Logo Yayasan Pendidikan Hijratul FathHijratul Fath
← Kembali ke Berita
Artikel ini masih draf awal dan belum ditinjau pihak sekolah — mohon diperbarui dengan data resmi.
Yayasan

Cara Menyapih Anak dari Dot atau Empeng Tanpa Drama

Cara Menyapih Anak dari Dot atau Empeng Tanpa Drama

Dot atau empeng sering jadi alat andalan menenangkan bayi, tapi seiring bertambahnya usia, kebiasaan ini perlu dilepas secara bertahap demi kesehatan gigi dan perkembangan bicara anak.

Kenali Waktu yang Tepat untuk Mulai Menyapih

Umumnya disarankan mulai disapih sebelum usia 2-3 tahun, sebelum kebiasaan ini terlalu melekat dan berisiko memengaruhi pertumbuhan gigi serta kemampuan bicara anak.

Lakukan Secara Bertahap, Bukan Mendadak

Kurangi penggunaan dot secara perlahan — misalnya hanya digunakan saat tidur malam — dibanding menghentikannya sekaligus, supaya anak tidak merasa kehilangan secara tiba-tiba.

Ganti dengan Kebiasaan Menenangkan Lain

Perkenalkan cara menenangkan diri alternatif, seperti boneka kesayangan, pelukan, atau dibacakan cerita, supaya anak punya pengganti kenyamanan saat dot mulai dikurangi.

Libatkan Anak dalam Prosesnya

Untuk anak yang lebih besar, ajak bicara tentang rencana melepas dot, bahkan libatkan dalam "upacara perpisahan" sederhana seperti memberikan dotnya pada adik bayi lain atau menyimpannya sebagai kenang-kenangan, supaya anak merasa punya kendali atas prosesnya.

Bersabar Jika Prosesnya Butuh Waktu Lebih Lama

Beberapa anak lebih mudah lepas dari dot dibanding yang lain. Jika prosesnya butuh waktu lebih lama dan diselingi kemunduran, itu wajar dan bukan tanda kegagalan orang tua.

Menyapih dot atau empeng adalah proses yang butuh kesabaran dan pendekatan bertahap. Memaksakan secara mendadak justru berisiko membuat anak lebih rewel dan proses jadi lebih sulit dari seharusnya.

Pertanyaan Seputar Menyapih Dot pada Anak

Apakah dot berbahaya bagi kesehatan gigi anak?

Penggunaan dot dalam jangka panjang, terutama di atas usia 2-3 tahun, berisiko memengaruhi susunan gigi dan perkembangan rahang, sehingga disarankan mulai disapih sebelum usia tersebut.

Bagaimana jika anak menangis terus setelah dotnya diambil?

Wajar terjadi di awal. Tetap tenang dan konsisten, sambil menawarkan alternatif kenyamanan lain, tanpa langsung menyerah dan mengembalikan dotnya.

Apakah menyapih empeng lebih mudah dibanding menyapih ASI?

Setiap anak dan situasi berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan. Yang terpenting adalah pendekatan bertahap dan konsisten, apa pun kebiasaan yang sedang disapih.


Baca juga 1. 5 Kemampuan Kemandirian yang Perlu Dilatih Sebelum Anak Masuk RA atau MI 2. Cara Menghadapi Tantrum Anak Usia Dini Tanpa Ikut Emosi, Ala Islami 3. Jadwal dan syarat pendaftaran siswa baru

Artikel ini merupakan bagian dari panduan parenting Yayasan Pendidikan Hijratul Fath.